Catatan

Selamat Tahun Baru Masehi 2026.

Imej
1. Selamat Tahun Baru Masehi 2026. Semoga usaha kita dalam menulis berbagai karya kreatif sastera dan bahasa Melayu akan berkembang dengan baik dan mencapai hasrat negara bangsa yang kita cintai ini. 2. Di tahun baru ini juga, marilah kita terus bersama-sama memperkaya khazanah sastera dan memperkuat identitas budaya bangsa melalui bahasa Melayu. Semoga semangat berkarya tidak luntur dan selalu memberikan inspirasi bagi generasi penerus. 3. Dan bermula di awal tahun yang penuh harapan ini, marilah kita saling mendukung dan memperkuat semangat kebersamaan dalam berkarya. Dengan tekad dan kerja keras, segala impian akan lebih mudah dicapai, dan setiap langkah yang kita ambil akan membawa manfaat kepada masyarakat secara meluas. 4. Marilah kita jadikan semangat kebersamaan sebagai landasan untuk berkarya dan berinovasi dalam dunia sastera dan bahasa Melayu. Dengan adanya semangat kebersamaan itu juga, setiap ide dan gagasan dapat tumbuh subur, memperluas cakrawala pemikiran serta memper...

Antologi Sajak Sasterawan Muda Mastera Brunei.

Imej
Judul:   Antologi Sajak Sasterawan Muda Mastera Brunei . Penerbit: Dewan Bahasa dan Pustaka, Brunei . Tahun: 2025 . Muka Surat: 285 hlm. ISBN 978-99984-0-085-6 . Harga:  BND13.00 " Dalam larik-larik kata yang menari, terpantul suara tanah air, gema warisan dan denyut kemanusiaan. " Antologi ini menghimpunkan sajak-sajak tiga penyair muda Brunei Darussalam , iaitu nurFik Brunei , Puasha dan A. R. Romzi yang telah diiktiraf sebagai penerima Penghargaan Sasterawan Muda Mastera . Penglibatan aktif dan prolifik dalam penulisan memperlihatkan mereka setanding dengan penulis-penulis puisi Nusantara . Karya-karya mereka cerminan kepada kecintaan terhadap bangsa dan negara, kepekaan isu-isu semasa, harapan anak bangsa dan kecaknaan terhadap warisan dan budaya Melayu . Dari suara bersahaja nurFik Brunei, nostalgia penuh rindu oleh Puasha, hingga semangat membara A. R. Romzi, pelbagai tema yang diangkat seperti patriotisme, jati diri, keagamaan, alam dan kritik sosial dengan gaya baha...

Baca Sajak - Di Perkebunan

Imej
[...] tanah airku, adalah sebuah perkebunan yang pernah ada durinya dan sejarah telah mengajarku untuk menanam rasa ini, lalu, tumbuhlah kehidupan ini dengan tujuh warna bunga di perkebunan bangsa yang merdeka, tumbuh dengan mekar seperti warna pelangi yang menghias langit bangsa yang merdeka, tumbuh di batasnya dari keharuman tujuh warna bunga di perkebunan bangsa yang merdeka, seperti tujuh warna pelangi yang selalu menemani hujan gerimis di waktu senja Dipetik dari sajak " Di perkebunan " dlm.  Bahana , Bil. 457 Jil. 59 November - Disember 2024. Bandar Seri Begawan : Dewan Bahasa dan Pustaka , Brunei . hlm. 14.

Baca Sajak - Layar Cetera Kita

Imej
[ ... ] lalu, siapakah kita sebenarnya sehingga lupa pada sejarah bangsa dan tanah air kita ini; kulihat hidupmu telah dipengaruh oleh tatacara moden dan up-to-date dalam rangkaian era teknologi komunikasi internet yang menyumbangkan segala informasi, hiburan, permainan, e-sukan , judi, dan bahasa lucah, sehingga anak-anak kita ada yang tidak lagi mengenal siapa ibu dan bapa serta keluarga mereka, atau mudah menjadi marah jika kemahuannya tidak lagi diambil peduli, sehingga menghabiskan masa sekolahnya dengan sia-sia atau tidak lagi mahu berjuang untuk terus maju dalam hidupnya, dan aku takut jika usia muda mereka akan membunuh setiap wawasan merdeka dalam sejarah dan tanah air yang telah kita bina selama ini. Dipetik dari Sajak " Layar Cetera Kita " dalam Wadah Penyair Darussalam . Bahana . Bil 452 Jilid 59, Januari - Februari, 2024. Bandar Seri Begawan : Dewan Bahasa dan Pustaka, Brunei . hlm. 18.

Baca Sajak - Inilah Bahasa Kita, Suara Kita

Imej
Anak-anak kita bukan lagi dengan Melayunya tutur dan kata mereka bukan lagi dengan Melayunya atur dan langkah mereka bukan lagi dengan Melayunya nah, Melayunya kita ini entah ke mana, atau hilang ghaib bersama gelombang zaman yang serba senang dan mudah sementara jari-jari mereka semakin mudah memilih dan, "inilah hidup, dan Melayunya kita," katamu. [ ... ] Dipetik dari Sajak " Inilah Bahasa Kita, Suara Kita " dalam Wadah Penyair Darussalam . Bahana .  Bil. 451 Jilid 58, November - Disember 2023. Bandar Seri Begawan : Dewan Bahasa dan Pustaka , Brunei. hlm. 10.